Bahaya Kemoterapi Kista - Efek Samping Kemoterapi Kista

Bahaya Kemoterapi Kista atau Efek Samping Kemoterapi - Gejalakista.net,- Kemoterapi sudah digunakan sejak tahun 1950-an. Ada berbagai manfaat dari Kemoterapi kista yang dapat dirasakan. Seperti meminimalisir terjadinya pertumbuhan kembali sel abnormal penyebab kista, bahkan sampai ke bagian tubuh yang sangat sulit dan jauh ke dalam sehingga pisau bedah sangat sulit untuk menjangkaunya. Namun dari manfaat yang sudah dijelaskan tadi ada beberapa bahaya dari efek samping penggunaan kemoterapi yang perlu anda perhataikan sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan kista dengan cara kemoterapi, diantaranya adalah:

bahaya kemotarapi kistaBahaya Kemoterapi Kista Atau Efek Samping Kemoterapi

Setelah melakukan kemoterapi, badan akan terasa lemas. Hal ini tidak akan hilang dengan cepat, bahkan bisa memakan hari, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi yang lemah, anak-anak, dan orang tua yang sudah lanjut usia.

Mengalami mual dan Muntah. Obat kemoterapi sangat khas, sehingga apabila pasien tidak terbiasa dengan obat-obatan seperti ini akan mengakibatkan mual dan muntah. Rasa mual yang diakibatkan oleh obat kemoterapi ini bisa berlangsung cepat ataupun lama tergangunt kerentanan seseorang terhadap rasa yang ditimbulkan oleh obat tadi. Meskipun rasa ini bisa dicegah dengan obat anti mual, tapi bagi pasien yang daya tahan tubuhnya lemah tidak akan membantu.

Mengalami gangguan pada sistem pencernaan. Gejala yang biasnaya timbul adalah meningkatnya frekuensi BAB, bahkan pada sebagian pasien mengalami diare. Kabar buruknya adalah jika padasaat menjalani kemoterapi kita dilarang mengkonsumsi obat lain, khsusunya obat untuk diare dan susah BAB. Jika bandel maka akan menyebabkan overdosis yang mengakibatkan kematian.

Timbulnya sariawan disebabkan oleh panas dalam akibat cairan yang terus terkuras pada sata kemoterapi. Meskipun tidak sampai sariawan namun mulut (bibir dan lidah) akan mengalami infeksi, terasa tebal dan sangat kering kasar

Rambut rontok. Kerontokan yang terjadi akibat efek samping kemoterapi bisa terjadi selama dua atau tiga minggu setelah dimulainya kemoterapi. Bagian yang rontok biasanya dekat otak belakngan, meskipun rambut dapat tumbuh lagi, namun kondisi rambut sudah rusak dna tidak sebagus kondisi rambut sebelumnya.

Otot dan saraf mengalami kesemutan bahkan mengalami mati rasa. Sellain itu tenaga yang dihasilkan juga menjadi sangat lemah

Efek pada darah. Efek yang dapat terjadi biasanya sel darah putih terganggu, produksi sel darah menjadi menurun, jumlah sel yang sedikit, dan yang paling sering terjadi adalah menurunnya produksi leokosit (sel darah putih)

Mudah terinfeksi. Karena produksi leokosit yang renda, maka sistem imun yang dihasilkan juga sedikit, akhirnya badan mudah terinfeksi penyakit lain, khsusunya demam, batuk, dan flu

Ketika kemoterapi, maka produksi darah menjadi menurun, oleh sebab itu anemia dapat dipastika terjadi. Makanya jangan heran jika badan menjadi lemas, bahkan sering pingsan.

Kulit menjadi kering dan warnanya bisa berubah. Efek samping yang terakhir adalah kemoterapi mempengaruhi pigmen kulit, sehingga warnanya menjadi berubah. Dari yang tadinya putih, bisa menjadi hitam dan yang tadinya hitam maka akan lebih hitam lagi atau bisa sebaliknya. Selain itu kulit juga menjadi kusam dan kering karena kekurangan nutrisi.